Categories

Kamis, 03 Juli 2014

livebog 2

Hoby menulis sama dengan merefleksikan diri

Kamis (3/7). Mungkin semua orang tidak mengetahui artis yang bernama maruli tampubolon. Namun, dari duetnya bersama syahrini nama maruli tampubolon mulai melesit dan kepribadiannya mulai diketahui oleh semua orang.

Dibalik seorang maruli tampubolon yang kita ketahui sebagai penyanyi itu ternyata juga memiliki skill yang lain yaitu menjadi seorang penulis. Semua kegiatan menulis yang maruli tampubolon lakukan ini berawal dari kesukaan saja, bahan yang ia jadikan untuk menuli ini hanya melihat lingkungan sekitar dan inspirasi yang ia tulis ini seperti cerita dari sahabatnya sendiri dan paling sering menulis tentang percintaan.

Kegiatan menulis sering dilakukan waktu bangun tidur karena dari itulah inspirasi kata-kata terkadang banyak yang ia dapat. Dari kegiatan menulis ini tidak difikirkan untuk di publikasikan. Semua tulisan di tulis dalam buku bukan seperti diary tapi hanya seperti buku catetan. Pada saat menulis maruli juga membaca hasil tulisannya agar bisa mengambil sisi positif dari kejadian yang ada buat dirinya sendiri. Maruli belum ada niatan  hasil tulisannya dijadikan sebuah novel tapi lebih kepada dia lmenjadi pribadi yang lebih baik.

Quote dari maruli tampubolon ialah bagaimana berkompetisi bukan dengan orang lain melainkan diri sendiri. Kita harus menjadi diri sendiri yang lebih baik dari pada kemarin. Karena sudut pandang maruli setelah menulis itu ialah dibaca ulang dan merefleksikan pada kehidupan nyata yang nantinya bisa memiliki perbedaan dengan orang yang berhoby menulis tapi tidak pernah merefleksikan.

Penulis : Qori.Rahmawati

Sumber : NET.TV / entertainmen.news / Kamis, 03 juli 2014/ 23.00 WIB

liveblog 1



MOTIVATOR WANITA
Kamis(3/7).  Pipik dian irawati atau yang biasa kita kenal dengan umi pipik kembali di timpa musibah. Kebakaran yang terjadi dirumah pipik beberapa hari yang lalu menjadikan deretan bagaimana musibah yang terus menerus hadir setelah kemarin ayahnya juga meninggal pada bulan mei lalu.



Musibah yang dialami sekitar 4 dini hari ini sudah mendapatkan berita yang jelas mengenai motif kebakaran. Pertama berita kebakaran ini di asumsikan akibat aliran arus pendek. Namun semakin diselidiki berita kebakaran itu terjadi karena motif kesengajaan. 

Rumah pipik di bakar oleh salah satu orang yang berasal dari manado, EF. Tersangka EF datang pada bulan april 2014 dengan motif meminta tolong untuk belajar agama dan ingin masuk di agama Islam. Setelah 3 hari menginap di rumah pipik akhirnya EF masuk agama Islam. Seluruh kegiatan Islam yang diadakan di rumah pipik diikuti oleh EF.

Namun, dua hari atau tiga hari sebelum kebakaran itu terjadi, EF mengambil air sofgan allmarhum suami pipik dan orang rumah mengetahui aksi yang dilakukan EF. Tidak hanya itu sikap yang di perlakukan EF terhadap anak-anaknya juga tidak baik. Dari kejadian ini semua pipik akhinya menyuruh orang rumah untuk EF disuruh pulang dulu karena pipik rasa EF sudah tidak berkelakuan baik.

Esoknya pada saat kebakaran EF masih sempat membantu memadamkan api yang melalap lantai satu rumah pipik. Tidak ada kecurigaan tersendiri oleh pipik pelakunya EF. Namun, pada saat EF membereskan kamar pipik uang yang berada di tas pipik di ambil dan dibawa kabur oleh EF. Pada saat itulah semua kecurigaan mengacu pada EF dan EF sudah mengakui bahwa ia di balik kebakaran ini.

Rasa yang ditunjukan pipik untuk musibah ini tetap berserah kepada Allah dan menjadikan agar  lebih waspada dengan orang asing karena memang, semenjak meninggalnya allmarhum  uje setiap harinya banyak orang datang dengan motif yang berbeda-beda.

Nilai yang bisa di ambil di kata-kata pipik ialah bagaiaman kita harus selalu bersyukur dengan apa yang di berikan oleh Allah. Setiap manusia di yakini punya ujiannya masing-masing dan Allah sudah menyiapkan takaran ujian yang akan di berikan. 

Pada saat diberi ujian oleh Allah bagaimana kita harus tetap bersyukur kepadan-Nya. Karena jika seseorang bisa mengambil makna dan syukur maka kebahagian pasti datang menghampiri.

Penulis : Qori rahmawati
Sumber :  Trans 7/ Hitam putih/  kamis 03 juli 2014/ 19.30 WIB

Selasa, 24 Juni 2014

DOLLY DITUTUP, PANTI PIJET PENERUSNYA



Surabaya – (24/6) Rabu (18/6/2014) telah menjadi hari yang bersejarah bagi warga Surabaya dalam dunia prostitusi. Sebab, lokalisasi yang konon terbesar di Asia Tenggara, yakni lokalisasi Dolly, ditutup oleh pemerintah Kota Surabaya. Penutupan tempat prostitusi yaitu ingin mengubah sebutan kota seribu Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan kota budaya. Wali Kota Tri Rismaharini menginginkan, Surabaya, bukan lokalisasinya yang disebut-sebut, tapi budayanya. Surabaya yang memelihara budaya positif warganya.
 
Penutupan Dolly, adalah cerita akhir upaya Risma membersihkan Surabaya dari lokalisasi. Sebelumnya, tiga titik lokalisasi sudah ditutup sejak akhir 2013, oleh wali kota yaitu lokalisasi Dupak Bangunsari, Moroseneng, dan Sememi.

Dolly berada di kelurahan putat jaya, kecamatan sawahan, Surabaya. Keberadaan dolly ini sudah di akui dalam peta maupun tata kota pemkot atau bahkan dalam ruang lingkup internasional. Letaknya pun meluas dari bagian barat gang dolly sampai ke bagian timur hingga memasuki sebagian jalan jarak. 

Dolly dirintis oleh seorang wanita yang bernama  Dolly Khavit. Lokalisasi dolly ini dulunya ialah kompleks pemakaman tionghoa. Namun, pada tahun 1960 kawasan itu dibongkar dan dijadikan pemukiman dan pada tahun 1967 salah satu pemukiman ini diubah menjadi wisma. Melalui buku yang berjudul dolly, kisah pilu yang terlewatkan dijelaskan bahwa Dolly Khavit ini membangun wisma dikarenakan kesepian dan merasa sakit hati karena ditinggal suaminya yang seorang pelaut.

Keberadaan dolly ini memang selalu menuai pro dan kontra. Ada bagian orang yang merasa tempat dolly ini membuahkan rejeki  karena banyaknya pengunjung yang datang dari dalam maupun luar negeri setiap harinya  tapi, ada juga bagian orang merasa risih dengan adanya tempat lokalisasi ini di Surabaya. Prostitusi di Surabaya ini sangat bermacam-macam mungkin yang terkenal adalah Dolly tapi sebenarnya banyak tempat prostutusi yang tersebar di daerah Surabaya yang berkedok sebagai jasa pijat urat, karaoke, bahkan salon dan jika dari jenis kelamin ada perempuan, laki-laki hingga transgender.

Penutupan dolly tidak sejalan dengan penutupan jasa panti pijat yang berkedok untuk prostitusi, walaupun izin tempat di terima dan sudah diatur di pemkot. Pemerintah sepertinya kecolongan karena adanya praktik asusila di tempat tersebut. Misalnya, terapis yang memberikan servis sampai making love (ML). Seperti yang di ungkapkan oleh salah satu Terapis di kawasan Kutai, Habib Syamsul, Habib Syamsul biasanya melayani pengobatan alternatif dan pijat tradisional. Awal mula dari pijat tradisional ini yaitu melanjutkan usaha neneknya yang sudah berlangsung pada tahun 2000.

Walaupun dia bukan terapi plus-plus tapi dari kejadian yang pernah di alami samping rumahnya yang membuka panti pijat membuat Syamsul  mengerti malfungsi dari panti pijat itu sendiri yaitu dengan kehadiran orang-orang yang mayoritas laki-laki dan para pegawai yang bekerja, memakai baju minim dan sambil joget-joget.

Dari berbagai kesaksian mata dan kesaksian dari pegawai pijat urat lainnya yang diungkapkan Syamsul, memang benar hampir sebagian besar layanan prostitusi itu tidak hanya di gang dolly saja melainkan bisnis panti pijat urat juga berkedok prostitusi. Atas pengalaman pribadi yang pernah terjadi di gang rumahnya, Syamsul mencari tahu kepada salah satu pegawai pantai pijat yang tidak hanya buka di dekat rumah tapi jauh dari kawasan rumahnya. Dari temuannya Syamsul mengatakan bahwa panti pijat rata-rata terdapat praktek prostitus untuk mendapatkan banyak pelanggan.

Banyak mbak, panti pijat di Surabaya yang buka esek-esek. Ijinnya buka salon tapi buat cowok dan yang datang itu mobilan biasanya, saya juga tahu kalau di panti pijat urat dijalan sekali esek-esek plus tidurnya bisaa sampai jutaan.  Jadi, kalau dolly tutup kemungkinan besar eks PSK dolly akan jadi pegawai pijat esek-esek, tuturnya pada saat di temui di Rumahnya.

Keresahan yang pernah di rasakan sendiri membuat dirinya melakukan  GERAKAN penutupan panti pijat malfungsi dengan cara mengajukan keresahannya kepada HUMAS (Hubungan Masyarakat) Pemerintah Kota Surabaya. Namun, keinginannya mungkin tidak dapat direalisasikan mengetahui bahwa Syamsul merasa di persulit dan sampai sekarang juga tidak ada tanggapan lebih. Kini Syamsul hanya bisa berharap tidak hanya tempat yang jelas prostistusi seperti Dolly saja yang ditutup tapi juga tempat prostitusi yang lainnya seperti  panti pijat karena panti pijat sekarang ini sudah mulai bermunculan dan semakin menyebar di setiap bagian wilayah Surabaya. Faktor meluasnya praktik panti pijat ini juga di lihat dari tingkat keamanan yang sangat minim sehingga prostitusi bisa berjalan tanpa adanya grebek dari instansi terkait.

Seharusnya ini sudah menjadi hal umum di masyarakat bahwa panti pijat juga bisa dikategorikan sebagai tempat prostitusi seperti halnya yang diungkapkan oleh Syamsul yang sebagai tenaga pijat tradisional. Walaupun dirinya tidak merasa tersaingi akan praktek-praktek nakal, akan tetapi kepeduliannya terhadap penutupan dolly yang tak diikuti penutupan  panti pijat bisa menjadikan polemik besar juga bagi Pemerintah Surabaya.